Friends
Tiap ku lihat mereka, aku secara tak sengaja menarik sudut bibirku. Senyum tak terduga itu tak jarang terukir. Bagaimana bisa aku marah ketika mereka melakukan kesalahan, sedangkan setelah itu mereka membuatku tersenyum kembali.
Hai friend..
Tak lupa tentang bagaimana kita menjalani hari-hari bersama, kan? Kalau soal kamar mandi yang harus mengantri, apa juga masih terpatri? Bagaimana tentang dia yang sama-sama kita sukai. Kamu tentu belum mengetahui, sebab aku bersembunyi. Aku harap rasa itu memang disematkan Tuhan untuk selamanya kamu miliki.
Emm, saat kamu melakukan sesuatu yang harus membuatku ikut campur adalah hal yang menyenangkan bagiku. Mungkin bagimu itu terasa sepele. Tapi yang ku rasa, ada uluran tangan yang mau menggenggam erat tanganku dan itu hangat.
Hai..
Terima kasih sudah hadir untuk mengisi hari-hari bersama. Denganmu sangat berwarna. Tanpamu ku rasa berbeda.
Kamu yang selalu mengajakku dalam kebaikan, selalu teringat dalam memori ketika aku hendak melakukan keburukan. Kamu yang melarangku untuk tak melakukan kejahatan terhadap diriku sendiri, masih teringat di kala aku hampir melakukan percobaan BD.
Semoga, kita bertemu lagi, ya?!
Komentar
Posting Komentar