A Happines
Sebagian orang mungkin menganggap kebahagiaan itu diukur dari mobilnya, rumah besarnya, motor keluaran terbarunya, baju-baju bagus dan bermereknya, sering keluar rumah buat jajan atau makan di restoran dan berbelanja di mall.
Tapi dalam Islam, tidak dari situ tolak ukurnya.
Dalam Islam, bahagia bisa diartikan dengan keadaan jiwa yang tenang, damai, dan puas dengan apa yang Allah beri. Dapat diartikan dengan sebuah keadaan di mana seseorang merasa dekat dengan Allah dan merasa bahwa hidupnya memiliki tujuan dan makna yang jelas. Bukan hanya bahagia di dunia saja, tetapi juga bahagia di akhirat. Makanya, segala sesuatu itu harus imbang antara dunia dan akhirat.
Percuma jika memiliki semua kebahagiaan di dunia, sedangkan kebahagiaan yang kekal menanti tidak sedang digali. Ketika rasa bahagia memiliki apapun di dunia itu tidak mendekatkan diri sendiri kepada Allah, maka sia-sialah hal itu.
Dalam Al-Qur'an disebutkan, "Dan tidaklah kami menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan tujuan yang benar dan untuk waktu yang ditentukan." (QS. Al-A'raf: 56)
Komentar
Posting Komentar